Dalam bidang logistik, “kontainerisasi” melibatkan penggunaan kontainer yang terstandarisasi dan aman untuk mengangkut barang. Metode ini membuat pengiriman barang ke seluruh dunia menjadi lebih efisien, aman, dan hemat biaya.
Apa itu wadah?
Kontainer adalah kotak logam besar dan kokoh yang digunakan untuk menyimpan dan mengangkut barang. Ukuran yang paling umum adalah panjang 20 kaki dan 40 kaki. Kontainer ini dirancang agar mudah ditumpuk dan dipindahkan antar kapal, kereta api, dan truk.
Bagaimana cara kerja containerisasi?
Berikut adalah langkah-langkah yang terlibat dalam containerisasi:
- Pengepakan. Barang dikemas ke dalam wadah di tempat asal, seperti pabrik atau gudang.
- Penyegelan. Wadah disegel dan dikunci agar isinya tetap aman.
- mengangkut. Kontainer yang disegel diangkut ke pelabuhan dan dimuat ke kapal kargo menggunakan crane.
- Pengiriman. Kapal kargo membawa kontainer melintasi lautan menuju pelabuhan tujuan.
- Bongkar. Di pelabuhan tujuan, kontainer diturunkan dari kapal dan dipindahkan ke truk atau kereta api.
- Pengiriman terakhir. Kontainer tersebut diangkut ke tujuan akhirnya, di mana kontainer tersebut dibongkar dan barangnya didistribusikan.
Manfaat containerisasi dalam bidang logistik
- Kontainer mudah dipindahkan antar moda transportasi yang berbeda tanpa perlu membongkar dan mengemas kembali barang. Ini menghemat waktu.
- Wadah yang tertutup dan terkunci mengurangi risiko pencurian dan kerusakan.
- Ukuran standar memudahkan penanganan, penumpukan, dan penyimpanan kontainer, mengoptimalkan ruang di kapal dan gudang.
- Mengurangi biaya tenaga kerja dan mempercepat proses bongkar muat, membuat pengiriman lebih murah.
- Kontainer dapat membawa berbagai macam barang dan dapat digunakan untuk transportasi multimoda (kapal, kereta api, dan truk).
Contoh containerisasi di dunia nyata
Katakanlah sebuah perusahaan di Tiongkok membuat perangkat elektronik untuk pelanggan di Amerika Serikat. Berikut cara containerisasi membantu mereka:
- Langkah 1. Perusahaan mengemas perangkat tersebut ke dalam wadah di pabrik mereka di China.
- Langkah 2. Kontainer tertutup tersebut dibawa dengan truk ke pelabuhan terdekat.
- Langkah 3. Di pelabuhan, kontainer dimuat ke kapal kargo.
- Langkah 4. Kapal tersebut mengangkut kontainer tersebut melintasi Samudera Pasifik menuju pelabuhan di Pantai Barat Amerika Serikat.
- Langkah 5. Di pelabuhan AS, kontainer diturunkan dari kapal dan ditempatkan di truk atau kereta api.
- Langkah 6. Kontainer diangkut ke lokasi pelanggan atau pusat distribusi, di mana kontainer dibongkar dan perangkat dikirimkan.
Singkatnya, containerisasi adalah metode pengangkutan barang dalam kontainer besar dan terstandar yang membuat pengiriman lebih cepat, lebih aman, dan lebih murah dengan memudahkan perpindahan antara truk, kereta api, dan kapal.





