Freight Forwarding

Beranda Glosarium Freight Forwarding
Glosarium 3PL
pengiriman barang 3pl glosarium logo logistik

Dalam ekonomi global yang saling terhubung saat ini, kelancaran pergerakan barang lintas batas sangat penting bagi bisnis dari semua ukuran. Inti dari proses yang rumit ini adalah pengiriman barang, layanan penting yang memfasilitasi perdagangan internasional dan memastikan produk mencapai tujuannya secara efisien dan hemat biaya.

Panduan komprehensif ini akan memperkenalkan Anda pada dunia pengiriman barang, menjelaskan konsep utama, proses, dan pentingnya dalam industri logistik.

Apa itu freight forwarding dalam logistik?

Pengiriman barang adalah layanan khusus yang mengatur pengiriman barang dari satu lokasi ke lokasi lain, biasanya melintasi batas negara. Perusahaan pengiriman barang bertindak sebagai perantara antara pengirim (eksportir atau importir) dan berbagai layanan transportasi, termasuk perusahaan pelayaran, maskapai penerbangan, perusahaan truk, dan operator kereta api. Peran utama mereka adalah memastikan pergerakan kargo yang lancar dan efisien di seluruh rantai pasokan.

Apa peran freight forwarder?

Perusahaan pengiriman barang memiliki banyak peran dalam industri logistik. Tanggung jawab mereka meliputi:

  • Konsolidasi dan dekonsolidasi kargo
  • Perencanaan dan pengoptimalan rute
  • Pemilihan operator dan negosiasi tarif
  • Persiapan dan manajemen dokumentasi
  • Bantuan bea cukai
  • Pergudangan dan distribusi
  • Melacak dan memantau pengiriman
  • Pengaturan asuransi
  • Memberikan saran ahli tentang peraturan pengiriman internasional

Dengan memanfaatkan keahlian, jaringan kontak, dan pengetahuan industri mereka, perusahaan pengiriman barang menyederhanakan proses pengiriman, sehingga menghemat waktu, uang, dan sakit kepala klien mereka.

Bagaimana cara kerja pengiriman barang? Prosesnya

Memahami proses pengiriman barang sangat penting bagi siapa pun yang terlibat dalam perdagangan internasional. Mari kita bahas langkah-langkah umum yang terlibat.

1. Ekspor pengangkutan

Proses ini dimulai dengan pemindahan barang dari lokasi pengirim ke gudang perusahaan pengiriman barang atau langsung ke pelabuhan asal. Langkah ini sering disebut sebagai transportasi "mil pertama".

2. Ekspor bea cukai

Sebelum barang dapat meninggalkan negara asal, barang tersebut harus melewati bea cukai. Perusahaan pengiriman barang membantu dalam menyiapkan dan menyerahkan dokumentasi yang diperlukan untuk memperoleh izin ekspor dari otoritas bea cukai.

3. Penanganan asal

Setelah barang tiba di pelabuhan atau bandara asal, barang tersebut dibongkar, diperiksa, dan dipersiapkan untuk transit internasional. Ini mungkin melibatkan penggabungan pengiriman yang lebih kecil menjadi pengiriman yang lebih besar untuk mengoptimalkan ruang dan mengurangi biaya.

4. Transportasi internasional

Ini adalah bagian utama dari perjalanan, di mana barang diangkut melalui laut, udara, kereta api, atau jalan raya (atau kombinasi dari ketiganya) ke negara tujuan. Perusahaan pengiriman barang berkoordinasi dengan operator untuk memastikan rute yang dipilih paling efisien dan hemat biaya.

5. Impor bea cukai

Setelah tiba di negara tujuan, barang harus melewati bea cukai lagi. Perusahaan pengiriman barang memfasilitasi proses ini dengan menyiapkan dan menyerahkan dokumentasi yang diperlukan, membayar bea dan pajak atas nama klien, dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan impor setempat.

6. Penanganan tujuan

Setelah melewati bea cukai, barang-barang tersebut dipindahkan ke gudang lokal atau pusat distribusi. Di sana, barang-barang tersebut dapat didekonsolidasi jika merupakan bagian dari pengiriman yang lebih besar.

7. Impor pengangkutan

Akhirnya, barang dikirim ke tujuan akhir, yang sering disebut sebagai pengiriman "jarak terakhir". Ini bisa berupa pengecer, gudang, atau pelanggan akhir.

Apa saja jenis-jenis layanan pengiriman barang?

Perusahaan pengiriman barang menawarkan berbagai layanan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pengiriman:

Angkutan udara: Ideal untuk barang yang sensitif terhadap waktu atau bernilai tinggi, angkutan udara menawarkan waktu transit tercepat tetapi umumnya lebih mahal daripada pilihan lain.

Angkutan laut: Angkutan laut merupakan metode yang paling umum untuk pengiriman internasional, menawarkan solusi hemat biaya untuk pengiriman barang dalam jumlah besar. Angkutan laut dibagi menjadi dua kategori utama:

  • Beban Kontainer Penuh (FCL):Pengirim memesan seluruh kontainer untuk barang mereka.
  • Kurang dari Beban Kontainer (LCL): Beberapa pengirim berbagi ruang dalam satu kontainer, ideal untuk pengiriman yang lebih kecil.

Angkutan jalan raya: Digunakan untuk jarak yang lebih pendek atau sebagai bagian dari solusi transportasi multimoda, angkutan jalan menawarkan fleksibilitas dan layanan dari pintu ke pintu.

Angkutan kereta api: Pilihan ramah lingkungan untuk transportasi darat jarak jauh, terutama berguna untuk barang berat atau besar.

Transportasi multimoda: Banyak pengiriman melibatkan kombinasi moda transportasi untuk mengoptimalkan efisiensi dan efektivitas biaya.

Dokumentasi kunci dalam pengiriman barang

Dokumentasi yang tepat sangat penting dalam pengiriman internasional. Berikut ini adalah beberapa dokumen penting yang harus ditangani oleh perusahaan pengiriman barang:

  • Surat muatan (B/L): Dokumen hukum yang berfungsi sebagai tanda terima barang, kontrak pengangkutan, dan dokumen kepemilikan.
  • Surat Tagihan: Merinci barang yang dikirim, nilainya, dan informasi relevan lainnya untuk keperluan bea cukai.
  • packing list: Menyediakan inventaris terperinci mengenai isi kiriman.
  • Sertifikat asal: Menyatakan negara tempat barang tersebut diproduksi.
  • Deklarasi bea cukai: Digunakan untuk mendeklarasikan barang kepada otoritas pabean untuk impor atau ekspor.
  • Surat kredit: Dokumen keuangan yang menjamin pembayaran kepada penjual setelah persyaratan tertentu terpenuhi.

Incoterms dalam pengiriman barang

Istilah Komersial Internasional, atau Incoterms, adalah istilah perdagangan standar yang mendefinisikan tanggung jawab pembeli dan penjual dalam transaksi internasional. Beberapa Incoterms yang umum meliputi:

  • EXW (Bekas Pekerjaan): Penjual menyediakan barang di tempat mereka, dan pembeli bertanggung jawab atas semua biaya transportasi dan biaya terkait.
  • FOB (Gratis di Papan): Penjual bertanggung jawab untuk mengirimkan barang ke pelabuhan dan memuatnya ke kapal. Pembeli bertanggung jawab setelah barang berada di atas kapal.
  • CIF (Biaya, Asuransi, dan Pengangkutan): Penjual menanggung biaya pengiriman dan asuransi hingga pelabuhan tujuan, tetapi risiko berpindah ke pembeli setelah barang dimuat ke kapal.
  • DDP (Diserahkan Tugas Dibayar): Penjual bertanggung jawab atas semua biaya dan risiko yang terkait dengan pengiriman barang ke tujuan yang disepakati, termasuk bea dan pajak.

Memahami istilah-istilah ini penting untuk menentukan siapa yang menanggung risiko dan biaya di berbagai tahap proses pengiriman.

Singkatnya, Freight Forwarding adalah proses pengorganisasian dan pengelolaan pengiriman barang dari satu tempat ke tempat lain, biasanya melintasi batas negara, menggunakan berbagai metode transportasi seperti laut, udara, kereta api, atau jalan darat.

Pangkas Biaya dan Sederhanakan Proses Rantai Pasokan Anda

Tanyakan layanan 3PL di AS

Bergabunglah dengan Tim Pengemudi Truk CDL A Kami (Beranda Setiap Hari)!

Siap untuk memajukan karier Anda? Kami mencari pengemudi CDL A yang berpengalaman untuk bergabung dengan tim 3PL kami yang sedang berkembang! Gaji yang kompetitif, tunjangan yang sangat baik, dan rute yang bagus. Daftar sekarang!