Dalam bidang logistik, “Incoterms (Ketentuan Komersial Internasional)”, adalah ketentuan perdagangan standar yang ditetapkan oleh Kamar Dagang Internasional (ICC). Istilah-istilah ini digunakan di seluruh dunia dalam kontrak perdagangan untuk menjelaskan tanggung jawab pembeli dan penjual dalam mengirimkan barang. Tujuan utama Incoterms adalah menguraikan dengan jelas siapa melakukan apa, siapa membayar untuk apa, dan siapa yang bertanggung jawab atas barang pada setiap tahap perjalanan.
Aspek kunci dari Incoterms
Incoterms mencakup empat bidang utama untuk membantu memperjelas tanggung jawab dan menghindari kesalahpahaman dalam perdagangan:
- Titik pengiriman. Ini menentukan kapan pekerjaan penjual selesai. Bisa di lokasi penjual, pelabuhan, atau tempat lain yang ditentukan. Hal ini membantu kedua belah pihak mengetahui secara pasti di mana tanggung jawab penjual berakhir dan tanggung jawab pembeli dimulai.
- Pembagian biaya. Incoterms menentukan siapa yang membayar transpotasi, asuransi, dan pengeluaran lainnya. Hal ini memastikan bahwa kedua belah pihak mengetahui tanggung jawab keuangan mereka dan dapat membuat rencana yang sesuai.
- Pengalihan risiko. Istilah-istilah ini menentukan kapan risiko kehilangan atau kerusakan berpindah dari penjual ke pembeli. Mengetahui hal ini membantu kedua belah pihak mengelola risiko dan tanggung jawab mereka dengan lebih baik.
- Dokumentasi. Incoterms menguraikan siapa yang menangani dokumen yang diperlukan untuk pengiriman barang secara internasional. Ini termasuk izin ekspor, izin bea cukai, dan dokumen resmi lainnya yang diperlukan untuk perdagangan. Dokumentasi yang tepat sangat penting untuk kelancaran pergerakan barang melintasi perbatasan.
Incoterms 2020
Versi terbaru, Incoterms 2020, mencakup 11 istilah yang digunakan dalam perdagangan internasional untuk memperjelas tanggung jawab pembeli dan penjual. Istilah-istilah ini dibagi menjadi dua kategori: istilah yang berlaku untuk moda transportasi apa pun dan istilah khusus untuk transportasi laut dan perairan darat.
Ketentuan untuk moda transportasi apa pun:
- EXW (Mantan Karya). Pembeli mengambil barang di lokasi penjual dan menangani semuanya dari sana, termasuk transportasi dan risiko.
- FCA (Pembawa Gratis). Penjual mengirimkan barang ke operator yang dipilih oleh pembeli. Pembeli bertanggung jawab setelah barang diserahkan kepada pengangkut.
- CPT (Pengangkutan Dibayar Ke). Penjual mengirimkan barang ke operator yang dipilih oleh pembeli. Penjual membayar biaya transportasi ke tujuan tertentu, tetapi pembeli menanggung risiko setelah barang berada di pihak pengangkut pertama.
- CIP (Pengangkutan dan Asuransi Dibayar Ke). Mirip dengan CPT, namun penjual juga membayar asuransi untuk menutupi risiko pembeli.
- DAP (Dikirim Di Tempat). Penjual mengirimkan barang ke tempat tertentu, dan pembeli bertanggung jawab setelah pengiriman.
- DPU (Dikirim di Tempat Dibongkar). Penjual menyerahkan dan menurunkan barang di tempat yang ditentukan. Pembeli mengambil alih setelah bongkar.
- DDP (Tugas Terkirim Dibayar). Penjual menangani semua aspek pengiriman, termasuk bea masuk, dan mengirimkan barang siap untuk dibongkar.
Syarat-syarat angkutan perairan laut dan darat :
- FAS (Gratis Bersama Kapal). Penjual menyerahkan barangnya di samping kapal di pelabuhan. Pembeli mengambil tanggung jawab dari sana.
- FOB (Gratis Di Pesawat). Penjual memuat barang ke kapal. Pembeli bertanggung jawab setelah barang berada di kapal.
- CFR (Biaya dan Pengangkutan). Penjual membayar biaya transportasi ke pelabuhan tujuan. Pembeli menanggung risiko begitu barang berada di kapal.
- CIF (Biaya, Asuransi, dan Pengangkutan). Mirip dengan CFR, namun penjual juga membayar asuransi untuk menutupi risiko pembeli.
Singkatnya, Incoterms sangat penting dalam logistik karena secara jelas mendefinisikan tanggung jawab, biaya, dan pengalihan risiko antara pembeli dan penjual, memastikan operasi pengiriman lancar dan efisien.





